sebuah ajang pencarian penyanyi berbakat di lingkungan universitas widya mandala surabaya, memasuki babak finalnya. dengan jumlah lima orang finalis yang telah menyisihkan ratusan finalis lainnya.
penyelenggaraan malam final widya mandala superstar (WMS) ini memiliki konsep luar biasa dengan mengajak kami (baca: BATA) Untuk tidak sekedar pengisi acara, melainkan bagian dari acara mereka. berangkan dengan konsep cerita seperti ten brother yang di persempit lagi peluasan ceritanya.
istri/ibu diperankan oleh Filia kharisa dan suami/bapak diperankan oleh leonardo edo, sedangkan Yuliantha menjadi naratornya, sementara itu kelima finalis tersebut menjadi anak anak dari pasutri fili dan edo.
jam 17.00, lebih lambat satu jam dari jadwal yang sudah rencanakan, wms pun dimulai. starting point yang baguz dan baerhasil mencuri perhatian penonton, hal ini dapat mengembalikan mood penonton yang sebelumnya harus menunggu molornya jadwal acara yg ditentukan.
namun skenario mulai berantakan ketika finalis pertama selesai bernyanyi. seharusnya background video tersebut di pause, namun hal tersebut tidak dilakukan, malah pada penyanyi kedua juri dari WMS meminta video tersebut dimatikan, padahal itu tetap menjadi jalan cerita dari apa yang sudah di skenariokan. sempat kembali menyala videonya, akan tetapi itu percuma karena ceritanya telah terputus.
setiba di ending cerita, justru malah lebih berantakan hasilnya. seluruh penonton pulang sebelum waktunya. hal ini karena tidak adanya kordinasi antara panitia dan MC, serta pemenang WMS Cecilia yang tak mematuhi prosedur yang ada.
akan tetapi pementasan kali ini cukup luar biasa, karena ini konsep yang cukup berbeda dari yang pernah kami lakukan sebelumnya, berkat konsep ini kami semakin matang mempersiapakan pementasan akbar kami di cak durasim yang mengusung konsep teater sastra.
semua yang kami dapat di sini sudah menunjukkan kecintaan kami dalam teater ini, dan banyak pelajaran dari pementasan kali ini. rasa profesionalisme pun berhasil kami tunjukkan dengan menutupi kepincangan internal kami.
teater BATA always do The best from What we have......




